Survei dan Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L) di Dusun Bangun Pane, Kecamatan Dolog Masagal, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara

Rojonson P Sinaga(1), Indah Apriliya(2),


(1) Universitas Medan Area
(2) Universitas Medan Area
DOI: https://doi.org/10.34007/cultivate.v4i2.1290

Keywords


land evaluation; land suitability; potato.

Full Text:

PDF

References


Abam, G. W. (2019). Identifikasi warna tanah dan C-organik tanah pada lahan pertanaman ubi (Manihot esculenta Crantz) di Dusun Karang Sari Kecamatan Jati Agung. Universitas Lampung.

Andry, T. A. P. (2010). Budidaya tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) di luar musim tanam. Tugas Akhir DIII, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Anwar, S., Tjahyandari, D., & Idris, K. (2014). Dasar-dasar ilmu tanah. Tangerang.

Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan air. IPB Press.

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2021). Perdagangan luar negeri: Impor sayuran. Badan Pusat Statistik.

Damanik, M., & Madjid, B. (2010). Kesuburan tanah dan pemupukan. USU Press.

Devnita, R. (2010). Pengaruh berbagai bahan amelioran terhadap pH, retensi P dan KTK pada beberapa Andisol di Jawa Barat (Laporan penelitian tidak diterbitkan). Universitas Padjadjaran.

Dharmendra, I. B. P. S., Budiasa, I. M., & Kirana, L. P. (2022). Analisis permintaan kentang di Kota Denpasar serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Agrimeta, 12, 24–28.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah. (2016). Statistik hortikultura Provinsi Jawa Tengah 2016. Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah.

Djaenudin, D., Marwan, H., Subagjo, H., & Hidayat, A. (2011). Petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Bailey, H. H. (1986). Dasar-dasar ilmu tanah. Lampung Press.

Hanafiah, A. S., Sabrina, T., & Guchi, H. (2009). Biologi dan ekologi tanah.

Hanafiah, K. A. (2018). Dasar-dasar ilmu tanah (Edisi ke-8). PT RajaGrafindo Persada.

Hardjowigeno, S. (2016). Klasifikasi tanah dan pedogenesis. Akademika Pressindo.

Haris. (2010). Pertumbuhan dan produksi kentang pada berbagai dosis pemupukan. Jurnal Agrisistem, 6(1).

Integrated Taxonomic Information System (ITIS). (2015). Taxonomic hierarchy: Manihot esculenta. https://www.itis.gov

Ma’rufatin, A. (2011). Respon pertumbuhan tanaman kentang varietas Atlantis dan Super John dalam sistem aeroponik terhadap periode pencahayaan. Institut Pertanian Bogor.

Marliani, V. P. (2011). Analisis kandungan hara N dan P serta klorofil tebu Medan.

Mega, M., Dibia, N., Adi, G. P. R., & Kusmiyarti, T. B. (2010). Klasifikasi tanah dan kesesuaian lahan. Universitas Udayana.

Mukhlis. (2014). Analisis tanah tanaman. USU Press.

Mukhlis, S., & Hanum, H. (2011). Kimia tanah: Teori dan aplikasi. USU Press.Nursanti, N. (2023). Pemanfaatan arang sekam dalam perbaikan sifat fisik Ultisol untuk pertumbuhan bibit tanaman perkebunan. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 23(1), 34–42.

Suryani, E., & Hidayat, A. (2021). Panduan Budidaya Kakao Indonesia: Varietas Forastero dan Criollo. IPB Press. Bogor.

Widiyastuti, R., Sunaryo, S., & Anggraini, N. (2023). Efektivitas kombinasi vermikompos dan arang sekam terhadap struktur tanah dan aerasi perakaran. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 10(2), 215–224.

Yuliani, S., & Handayani, T. (2021). Karakteristik kimia arang sekam dan potensinya sebagai bahan pembenah tanah. Jurnal Agronomi Indonesia, 49(3), 280–288




DOI: https://doi.org/10.34007/cultivate.v4i2.1290

Article Metrics

Abstract view : 19 times
PDF - 10 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 CULTIVATE: Journal of Agriculture Science

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.